Rabu, 17 November 2021

Esai UTS BK semester 3

 Unisnu Jepara

Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kegunaan

Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Ujian Tengah Semester Bimbingan dan Konseling SD

Nama: Rika Fatmawati

NIM: 201330000621

STRATEGI MENINGKATKAN PESERTA DIDIK SD MENJADI PRIBADI YANG BERIMAN

Pendahuluan

Bimbingan konseling bidang pribadi menjadikan pribadi yang mandiri serta melakukan pemilihan pengambilan keputusan. Peserta didik SD perlu bimbingan pribadi dari guru sebagai bekal dalam mengambil keputusan. Dalam mengalain, keputusan perlu adanya keimanan yang kuat. Dari keimanan seseorang dapat memutuskan dan bertanggung jawab melakyang sebaik-baiknya. Ketika sudah memahami dan sering melakukan peserta didik akan terbiasa. Dari kebiasaan itulah nanti akan menjadi karakter yang sulit di ubah maka perlu penanaman yang baik sesuai pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Agar nantinya nilai nilai Pancasila dapat diamalkan mulai dari bertaqwa, toleransi terhadap beda agama saling menghargai, kreatif untuk kemanfaatan diri sendiri dan orang lain, tidak mudah terpengaruh hal-hal yang negatif. Jadi perlu adanya strategi untuk mencapai tujuan bimbingan guna meningkatkan keimanan mulai sejak kecil.

Isi

Masalah pribadi yang dialami peserta didik menurut Ina Ambar Wanti dalam jurnalnya, peserta didik merasa malah ibadah; salat, Shaun, dan amal saleh lainnya. Kurang memiliki kemampuan untuk bersyukur dan bersabar, kebiasaan suka berbohong. Masih memiliki kebiasaan menyontek. Kurang motivasi untuk mempelajari agama.

Strategi untuk meningkatkan keimanan dalam beribadah guru memberikan contoh dan membiasakan peserta didik dan kolaborasi dengan orang tuanya supaya dapat berjalan dan menjadi kebiasaan. Membiasakan berdoa sebelum melakukan sesuatu bisa dibiasakan sebelum pembelajaran dan akhir setiap pembelanjaan bersyukur dan berdoa lagi. Kurangnya kemampuan bersyukur dan bersabar dapat dilatih melalui hal-hal kecil seperti mengerjakan yang sulit seperti matematika perlu latihan yang berulang ulang ketika sudah bisa dikasih hadiah kecil agar peserta didik dapat merasa senang dan bersyukur.

Kebiasaan suka berbohong dapat dibiasakan dengan kejujuran dan dikasih pengertian terlebih dahulu bahwa ada yang mencatat kebaikan dan keburukan meskipun orang lain tidak mengetahui. Menyontek termasuk berbohong terhadap diri sendiri dan rasa tidak percaya diri sendiri dapat dilakukan bimbingan untuk membiasakan mengerjakan sendiri dan dampingan agar ketika peserta didik tidak mampu dapat mengarahkan untuk menemukan idenya dalam menyelesaikan masalah.

Menurut Anwar Sutoyo dalam jurnalnya Iman menjadi pembimbing bagi tingkah laku penolong. Bahwa perbuatan menolong berkaitan dengan diri penolong, subyek yang ditolong dan materi yang diberikan kepada pihak yang ditolong. Menolong orang lain melatih keihklasan bisa dilakukan bimbingan kepada peserta didik ketika ada temannya yang membutuhkan pinjaman pensil karena pensilnya ketinggalan dengan syarat harus dikembalikan.

Kesimpulan

Jadi bimbingan konseling di sekolah dasar dapat dilakukan oleh guru kelas saat pembelajaran dengan mencontoh dan membiasakan berbuat baik dalam keimanan atau kepercayaan yang dilakukan secara terus menerus berkolaborasi dengan orang tua peserta didik.

Daftar pustaka

Wati,Ina Ambar, 2018. Layanan Bimbingan dan Konseling Pribadi sosial dalam menumbuhkan sikap positif siswa. (Al-Tazkiah. Volume 7, no.2, Desember 2018).

Sutoyo,Anwar. 2017. Peran Imam dalam Pengembangan Pribadi Konselor yang efektif. (Jurnal psikoedukasi dan konseling vol 1, no 1. Juni 2017.)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar